UEFA memproses pelanggaran yang dilakukan Patrice Evra

Setelah insiden yang dilakukan oleh Patrice Evra dengan menendang ke salah satu pendukungnya sendiri, UEFA kini membuka dan membahas insiden tersebut.

Bagikan:

Sebelumnya Evra diusir dari lapangan sebelum Marseille mengalami kekalahan melawan Vitoria Guimares dalam Liga Eropa. Evra menendang dengan gaya karate ke arah pendukungnya sendiri.

UEFA mengatakan bahwa pemain berumur 36 tahun tersebut setidaknya mendapat ganjaran hukuman satu pertandingan, setelah itu badan organisasi kedisiplinan akan melakukan diskusi lebih lanjut.

Sementara Marseille sendiri akan menyelidiki insiden tersebut. Dalam pernyataannya Olympique Marseille menyetakan bahwa “menandakan bahwa adanya pertengkaran antara seseorang dengan Patrice Evra saat pemanasan pada pertandingan melawan Guimaraes.”

“Investigasi sudah dilakukan untuk mencari siapa yang akan bertanggung jawab. Apapun yang terjadi, seorang pemain professional harus dapat menahan tempramentalnya dan bersikap sebagai seorang professional bagaimanapun buruknya situasi tersebut.”

Evra berhadapan dengan grup supporter yang berhasil keluar area yang berjumlah sekitar 500 fans yang terbang ke Portugal untuk menonton pertandingan tersebut.

Petugas yang berada di lapangan langsung mencegah terjadinya masalah lalu Patrice Evra yang sebelumnya terdaftar sebagai pemain pengganti, oleh wasit di perintahkan kembali ke ruang ganti. Dengan demikian Evra sudah meninggalkan lapangan dan pendukungnya sebelum pertandingan melawan Guimaraes dimulai.

Rudi Garcia yang merupakan pelatih Marseille mengatakan, “Pat memiliki pengalaman, dan seharusnya hal itu tidak terjadi.”

“Patrice adalah pemain yang sangat berpengalaman, seharusnya tidak perlu merespon apapun yang dikatakan oleh supporter apapun yang terjadi karena mereka adalah supporter Marseille, dia harus belajar bersikap dingin, itu saja yang bisa saya katakan.”

Namun begitu, Garcia tetap mengkritik fans nya yang mengolok Evra di stadion D. Alfonso Henriques.

Dia mengatakan bahwa, “Dia bukanlah pendukung Marseill

BERITA TERKAIT